Friday, October 8, 2010

Pembuatan paspor baru di kantor imigrasi kelas I khusus Jakarta Selatan

Berikut adalah prosedur pembuatan paspor (passport) baru yang dialami oleh penulis di kantor imigasi kelas I khusus Jakarta Selatan. Paspor ini disebut juga sebagai Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI). Penulis mendatangi dan mengurus sendiri pembuatan paspor ini (tanpa melalui calo). Sebenarnya sekarang ini bisa juga mengajukan permohonan pembuatan paspor secara online melalui situs www.imigrasi.go.id. Namun penulis tidak sempat untuk mencoba sehingga tidak mengetahui prosedurnya seperti apa jika melalui situs web online.

Kantor imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan sudah tidak lagi berada di jalan Mampang Prapatan tetapi di jalan RA. Kartini (TB Simatupang). Tepatnya berada di antara perempatan fatmawati dan Lebak Bulus. Jadi kalau dari RS Fatmawati menuju Lebak Bulus setelah perusahaan transportasi bus Lorena di sebelah kiri jalan. Pokoknya kalau ada ketemu kemacetan pasti disitulah kantor imigrasinya.

Dokumen yang dibutuhkan untuk membuat paspor baru:
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Akte Lahir
4. Ijazah terakhir
5. Surat Nikah (bagi yang sudah menikah)
6. Surat rekomendasi dari kantor bagi karyawan/karyawati
7. Surat keterangan wiraswasta dari kelurahan dan surat keterangan yang menyatakan bahwa dirinya memang benar berwiraswasta bagi wiraswastawan/wiraswastawati. Jadi bagi yang berwiraswasta buat dahulu surat keterangan yang menyatakan bahwa dirinya benar berwiraswasta yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000,- Kemudian surat tersebut beserta KTP dan Kartu Keluarga (KK) difotocopy dibawa ke pak RT untuk minta dibuatkan surat pengantarnya. Kasihin fotocopy surat keterangan, KTP dan KK buat arsipnya pak RT. Surat pengantar yang sudah ditandatangani dan stempel pak RT kita bawa lagi ke pak RW untuk minta ditandatangan dan stempel. Setelah itu surat pengantar beserta fotocopy KTP dan KK kita serahkan ke kelurahan untuk dibuatkan Surat Keterangan berwiraswasta dari kelurahan.

Semua dokumen di atas harus dibawa asli dan fotocopynya. Fotocopy harus di atas kertas A4 termasuk KTP. Jadi KTP yang difotocopy di atas kertas A4 sesudahnya tidak boleh digunting seukuran KTP. Kalau ada dokumen yang belum difotocopy, di kantor imigrasi ada tempat fotocopy tapi cukup mahal yaitu Rp 500,- per lembar.

Waktu mengisi formulir permohonan pembuatan paspor ada pilihan jenis paspor yang mau dibuat yaitu jenis 48 halaman dan 24 halaman. Tidak jelas apa bedanya, jadi lebih baik pilih 48 halaman.

Sebelumnya perhatikan dahulu denah lantai 1 (satu) kantor imigrasi kelas I khusus Jakarta Selatan berikut:
imigrasi

Hari I
Bagi Anda yang membawa kendaraan jika tidak datang pagi-pagi sekali maka lebih baik parkir di luar saja karena tempat parkir di dalam sudah pasti penuh. Langsung saja masuk ke kantor imigrasi melalui pintu masuk dan mengambil nomor antrian di monitor touch screen dengan mengklik menu paling atas yaitu permohonan pembuatan paspor (SPRI) baru dan mengambil kertas nomor antrian yang muncul di bawah monitor tersebut. Pengambilan nomor antrian dibatasi dari jam 8:00 s/d 11:00 pada hari Senin s/d Kamis dan jam 8:00 s/d 10:30 pada hari Jumat. Setelah mengambil nomor antrian ke koperasi (di bagian kanan) untuk membeli formulir permohonan pembuatan paspor baru seharga Rp 5.000,- maka Anda akan mendapat map kuning yang berisi formulir permohonan pembuatan paspor baru. Isi formulir tersebut. Pada formulir tersebut akan ditanyakan alamat, tempat dan tanggal lahir kedua orang tua kandung. Masukkan semua dokumen asli dan fotocopy yang Anda bawa ke dalam map kuning yang dibeli di koperasi tadi. Tunggu saja di tempat duduk sambil memperhatikan nomor antrian yang akan dipanggil ke Loket I atau Loket II atau Loket III. Setelah dipanggil, serahkan map berisi formulir dan dokumen ke petugas di loket tersebut. Anda akan ditanya-tanya mau pergi kemana, kapan dan mau ngapain. Siapkan jawaban yang jelas, tidak boleh tidak ada rencana pergi atau buat paspor hanya untuk jaga-jaga. Petugas kemudian akan mengembalikan dokumen asli (KTP, Kartu keluarga, Ijazah Terakhir dan Surat Nikah) dan memberikan Tanda Terima Permohonan Pembuatan SPRI. Pada tanda terima tersebut tercantum kapan Anda harus kembali lagi (dua hari (lusa) setelah Hari I) dan di mana (loket IV tanpa nomor antrian). Selesai Hari I silahkan Anda pulang.

Hari II
Hari kedua adalah pemotretan, pengambilan sidik jari sambil sedikit wawancara yang tidak boleh diwakilkan oleh siapa-siapa sekalipun Anda menggunakan biro jasa atau calo. Pakaian rapi (kalau bisa kemeja) dengan warna pakaian bebas selain putih. Tidak diperkenankan menggunakan celana pendek dan sendal jepit. Masuk kantor imigrasi langsung ke Loket IV serahkan tanda terima yang Anda dapatkan pada Hari I. Anda akan disuruh untuk meletakkan tanda terima dengan cara dicobloskan pada paku di meja Loket IV. Tunggu dipanggil. Setelah dipanggil Anda akan diberikan Tanda Terima Pembayaran. Serahkan Tanda Terima Pembayaran ini ke Kasir (di sebelah kanan Loket I). Tunggu dipanggil. Setelah dipanggil Anda harus membayar sebesar Rp 275.000,- dengan perincian sbb:
- Biaya SPRI (paspor) 48 halaman Rp 200.000,-
- Biaya TI Rp 55.000,-
- Biaya Sidik Jari Rp 15.000,-
- PMI 2 x Rp 2.000,-  = Rp 4.000,-
- Biaya gak jelas yang patut untuk dipertanyakan Rp 1.000,-
Tanda Terima Pembayaran ini akan dikembalikan berikut 2 (dua) lembar PMI kepada Anda. Setelah itu langsung ke lantai 2 di bagian Loket Nomor Antrean Photo. Serahkan Tanda Terima Pembayaran tadi. Kemudian petugas akan mengembalikan Tanda Terima Pembayaran berikut nomor antrian photo. Silahkan Anda tunggu di tempat duduk. Di ruangan itu ada monitor yang menampilkan nomor urutan photo yang sedang diproses. Setelah dipanggil, Anda akan difoto, diambil sidik jari untuk kesepuluh jari sambil ditanya-tanya tujuan kepergian kemana, kapan dan untuk apa. Siapkan jawaban yang jelas, tidak boleh tidak ada rencana pergi atau buat paspor hanya untuk jaga-jaga. Anda akan diminta untuk menandatangani paspor dan 2 dokumen lainnya. Selesai ini Anda akan disuruh kembali 1 (satu) minggu lagi membawa Tanda Terima Pembayaran langsung ke Loket V.

Hari III
Setelah satu minggu dari hari kedua kembali lagi ke kantor imigrasi dan serahkan Tanda Terima Pembayaran  dengan cara dicobloskan pada paku di meja Loket V. Tunggu dipanggil. Setelah dipanggil Anda akan disuruh menuliskan nama, nomor paspor (didikte oleh petugas) dan tanda tangan sebagai bukti bahwa paspor telah Anda ambil (2 kali). Kemudian paspor akan diserahkan kepada Anda. Namun sebelum pulang, Anda akan disuruh fotocopy lembar bagian depan dan bagian belakang dari paspor. Fotocopy saja di kantor imigrasi. Biayanya 2 lembar x Rp 500,- = Rp 1.000,- Serahkan fotocopy tersebut ke petugas di Loket V tadi. Selesai Anda bisa pulang membawa paspor :)

Posted by komputeron in 07:23:19
Comments

Comments are closed.